PRINSIP GCG DAN CSR PERUSAHAAN DALAM MENJALANKAN KEGIATAN BISNIS



PRINSIP GCG DAN CSR PERUSAHAAN DALAM MENJALANKAN KEGIATAN BISNIS


Di dalam suatu perusahaan atau bisnis akan mengalami perkembangan di setiap waktunya. Bisnis terdapat pula sebuah kondisi dimana adanya fraud atau kecurangan. Kondisi ini menyebabkan dampak buruk serta kerugian yang akan dialami oleh perusahaan baik organisasi di dalam perusahaan maupun organisasi sektor publik. Sistem organisasi dalam bentuk apapun memiliki risiko fraud. Kecurangan timbul dari sistem keuangan yang dilakukan, penipuan, penggelapan barang dan jasa. Dari contoh kecuragan tersebut banyak perusahaan dunia mengalami kerugian besar. Dari perilaku tersebut maka muncullah istilah GCG dan CSR untuk mengatasi tindak kecurangan oleh perusahaan.
Menurut (YYPMI, 2002) GCG (Good Corporate Govermance) adalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengelola perusahaa, pihak kreditor, pemerintah, karyawan serta pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan.

Prinsip-Prinsip Dasar Good Corporate Governance

Penerapan Good Corporate Governance menghendaki kewujudan 5 (lima) prinsip penting  yang disingkat dengan “TARIP” yaitu: 
1.     Transparency : keterbukaan informasi, baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.
2.     Accountability : kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif 
3.     Responsibility : kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku 
4.     Independency : kuatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan.
5.     Fairness :kerlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hak-hak stakeholder.
Good Corporate Govermance memiliki dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal:
1.      Faktor internal.
Faktor yang mendorong keberhasilan pelaksanaan praktek Good Corporate Govermance yang berasal dari dalam perusahaan. Beberapa faktor yang dimaksud antara lain:
a.       Terdapatnya budaya perusahaan (corporate culture) yang mendukung penerapan Good Corporate Govermance dalam mekanisme serta sistem kerja manajemen di perusahaan.
b.      Berbagai peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan perusahaan mengacu pada penerapan nilai-nilai Good Corporate Govermance.
c.       Manajemen pengendalian risiko perusahaan juga didasarkan pada kaidah-kaidah standar Good Corporate Govermance.
d.      Terdapat sistem audit (pemeriksaan) yang efektif dalam perusahaan untuk menghindari setiap penyimpangan yang mungkin akan terjadi.
e.       Adanya keterbukaan informasi bagi publik untuk mampu memahami setiap gerak dan langkah manajemen dalam perusahaan sehingga kalangan public dapat memahami dan mengikuti setiap derap langkah perkembangan dan dinamika perusahaan dari waktu ke waktu.
2.      Faktor Eksternal
a.       Terdapat sistem hukum yang baik sehingga mampu menjamin berlakunya supremasi hukum yang konsisten dan efektif.
b.      Dukungan pelaksanaan Good Corporate Govermance dari sektor publik atau lembaga pemerintah yang diharapkan dapat pula dapat melaksanakan Good Corporate Govermance dan clean govermance.
c.       Terdapat contoh pelaksanaan Good Corporate Govermance yang tepat yang dapat menjadi standar pelaksanaan Good Corporate Govermance yang efektif dan pofesional, dengan kata lain sebagai acuan.
d.      Terbangunnya sistem tata social yang mendukung penerapan Good Corporate Govermance di masyarakat.
Semangat atau sentiment anti korupsi yang berkembang dilingkungan public dimana perusahaan beroperasi disertai perbaikan masalah pendidikan dan perluasan peluang kerja.
Divinisi Corporate Sosial Responsibility
Menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab social perusahaan didefinisikan sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan serta perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan cara yang bermanfaat baik bagi bisnis sendiri maupun untuk pembangunan.(dalam Kusumadilaga,2010).

Prinsip Corporate Sosial Responsibility (CSR)

Menurut Alyson (dalam Aprilianitha, 2008) prinsip-prinsip CSR meliputi beberapa hal, diantaranya : Prioritas Korporat yang Mengakui tanggung jawa sosial sebagai prioritas tertinggi korporat dan penentu utama pembangunan berkelanjutan. , Informasi Publik yang memberikan informasi dan mendidik pelanggan, distributor, dan publik tentang penggunaan yang aman, transportasi, penyimpanan, dan pembuangan produk serta jasa.
Aspek Pendorong Corporate Social Responsibility (CSR)
1.      Aspek Sosial
Chahak dan Sharma (2006) menyatakan bahwa program CorporateSocial Responsibility (CSR) yang berkaitan dengan aspek social merupakan aspek yang terbaru dai pada aspek lainnya dan menjadi perhatian utama bagi beberapa perusahaan saat ini. Aspek social memiliki airti bertanggung jawab terhadap dampak social yang diakibatkan oleh perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Inti dari aspek social adalah respect for people atau menghargai orang lain.
2.      Aspek Ekonomi
Menurut Chahal dan Sharma (2006) aspek ekonomi dari CorporateSocial Responsibility meliputi dampak ekonomi dari kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. Aspek ini seribg kali disalah artikan sebagai masalah keuangan perusahaan sehingga aspek ini diasumsikan lebih mudah untuk diimplementasikan daripada dua aspek lainnya, yaitu aspek social dan aspek lingkungan.
3.      Aspek Lingkungan
Mardikanto (2014:149) mendefinisikan aspek lingkungan merupakan kewajiban perusahaan terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi dan produk, menghilangkan emisi dan limbah, mencapai efisiensi maksimum dan produktivitas tergantung pada sumber daya yang tersedia, dan penurunan praktik yang dapat berdampak negative terhadap negara dan ketersediaan sumberdaya generasi berikutnya. Perusahaan harus menyadari semua aspek lingkungan langsung dan tidak langsung yang berhubungan dengan kinerja usahanya, penyerahan jasa, dan manufaktur produk.

Manfaat Corporate Social Responsibility (CSR)

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh United States-based Business for Social Responsibility (BSR), banyak sekali keuntungan yang didapatkan perusahaan yang telah mempraktikkan Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain:
1.       Meningkatkan brand image dan reputasi perusahaan,  Corporate Social Responsibility (CSR) dapat membuat perusahaan menjadi lebih dikenal oleh masyarakat sehingga reputasi perusahaan juga akan meningkat apabila perusahaan melaksanakan program tersebut dengan sebaik-baiknya
2.       Meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan. Apabila program Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan dengan baik oleh perusahaan maka para pelanggan akan menjadi lebih loyal karena para pelanggan tidak hanya mengetahui kualitas tetapi juga tujuan baik perusahaan
3.       Mengurangi biaya operasional, dengan adanya Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk biaya promosi, karena produk atau perusahaan pasti akan lebih dikenal oleh masyarakat. Dengan demikian biaya operasional akan menurun.
4.       Meningkatkan kinerja keuangan, dengan adanya CSR diharapkan laba perusahaan akan lebih meningkat karena penjualan akan meningkat. Dengan demikian dengan adanya penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) kinerja keuangan dari perusahaan tersebut secara otomatis akan meningkat.
Faktor pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR)
Menurut Princes of Wales Foundation ada lima hal penting yang dapat mempengaruhi implementasiCorporate Social Responsibility CSR antara lain :
1.      Menyangkut human capital atau pemberdayaan manusia.
2.      Environments yang berbicara tentang lingkungan.
3.      Good Corporat Governance.
4.      Sosial cohesion. Artinya, dalam melaksanakan CSR jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial.
5.      Economic streght atau memberdayakan lingkungan menuju kemandirian dibidang ekonomi.
Bentuk Corporate Social Responsibility (CSR)
1.      Economic View of Corporate Social Responsibility
Economic View of Corporate Social Responsibility memandang tanggung jawab social sebuah perusahaan sesuai dengan apa yang menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut, misalnya menghasilkan produk lan layanan yang memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan juga segala hal yang berhubungan dengan tindakan dari sebuah perusahaan telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
2.      Philantropic Model of Corporate Social Responsibility
Philantropi dapat diartikan sebagai perwujudan dari rasa kasih sayang kepada sesama manusia yang berwujud sumbangan dalam bentuk uang, barang, atau karya lainnya bagi orang yang membutuhkan atau untuk tujuan-tujuan social lainnya. Philotropic dan program tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility) memiliki spirit yang sama yaitu memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada hal social tetapi menjadi hal yang baik jika dilakukan dan sesuatu yang dapat kita dorong.
3.      Socisl Web Model of Corporate Social Responsibility
Socisl Web Model of Corporate Social Responsibility ini mempunyai pendapat bahwa perusahaan dalam menjalankan bisnis mempunyai hubungan keterkaitan sebagai masyarakat, dimana perusahaan harus menjalankan tugas etika yang bersifat normative dan memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi.
4.      Integrative Model of Corporate Social Responsibility
Integrative Model of Corporate Social Responsibility memperluas wawasan bahwa perusahaan yang berbasis profit dapat juga memiliki tujuan social sebagai pusat dari misi strategis perusahaan.
Peranan Corporate Social Responsibility (CSR)
1.      CSR Sebagai Strategi Perusahaan
Tiap perusahaan tentu saja memiliki strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan penjualan misalnya, perusahaan dapat menawarkan harga yang lebih murah dari harga pasar untuk produk yang sama. Selain itu perusahaan bisa mempromosikan produk atau jasa mereka melalui berbagai media seperti televisi, Koran, social media, brosur atau mempromosikan dari mulut ke mulut akan lebih sangat efektif, tepat sasaran dan hemat budget promosi.

2.      CSR sebagai Strategi Jangka Panjang Perusahaan

Saat ini perusahaan terus menerus menaruh perhatian untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility. Fenomena perusahaan dalam berlombalomba untuk merancang program-program sosialnya menunjukan bahwa perusahaan ingin menarik hati publik. Namun yang menjadi pertanyaan adalalah apakah hal tersebut merupakan fungsi CSR sebenarnya. Hanya ingin menarik perhatian publik, bukan untuk melakukan tanggung jawab sosial. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka CSR tak ubah nya seperti kosmetik yang hanya berguna untuk menarik hati publik dan mendapat pencitraan positif.

Pertanyaan:
1.      Apa aspek utama yang mempengaruhi CSR ?
2.      Apa manfaat CSR bagi perusahaan ?
3.      Apa yang dimaksud Accountability ?
Jawaban:
1.      A. Instrumen teori : pencapaian sosial ekonomi
B. Political teori : tanggung jawab sosial bisnis dibidang politik
C. Etical teori : perusahaan membuat masyarakat agar masyarakat beranggapan
D. positifintegratif teori : teori
2.. a. Meningkatkan brand image dan reputasi perusahaan,  Corporate Social Responsibility (CSR) dapat membuat perusahaan menjadi lebih dikenal oleh masyarakat sehingga reputasi perusahaan juga akan meningkat apabila perusahaan melaksanakan program tersebut dengan sebaik-baiknya
b.      Meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan. Apabila program Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan dengan baik oleh perusahaan maka para pelanggan akan menjadi lebih loyal karena para pelanggan tidak hanya mengetahui kualitas tetapi juga tujuan baik perusahaan
c.        Mengurangi biaya operasional, dengan adanya Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk biaya promosi, karena produk atau perusahaan pasti akan lebih dikenal oleh masyarakat. Dengan demikian biaya operasional akan menurun.
d.       Meningkatkan kinerja keuangan, dengan adanya CSR diharapkan laba perusahaan akan lebih meningkat karena penjualan akan meningkat. Dengan demikian dengan adanya penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) kinerja keuangan dari perusahaan tersebut secara otomatis akan meningkat.
2.      Accountability adalah pertanggung jawaban atau tanggung jawab terhadap kinerjanya.

Sumber:
Anugerah, Rita.2014.Peranan Good Corporate Governance Dalam Pencegahan FRAUD.Riau: Jurnal Akuntansi. Vol.3, No.1, Oktober 2014:101-113
Ratnasari, Ratri.2012.Corporate Social Responbility, Tanggungjawab Sosial atau Stretegi Perusahaan.Surabaya: Universitas Negeri Surabaya
Rohmah, Fauziyatur.2013.Analisis Penerapan Corporate Social Responbility (CSR) Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk).Surabaya: Universitas Negeri Surabaya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manajemen Produksi Peternakan

PERAN DAN FUNGSI AGRIBISNIS DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Kripik Tette