Manajemen Produksi Peternakan
Pengertian Manajemen dan Manajemen Usaha
Peternakan
Manajemen merupakan ilmu tentang upaya
manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai
tujuan secara efektif & efisien”.
Manajemen usaha peternakan adalah suatu
ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya bidang
peternakan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan usaha secara efektif &
efisien” dan Manajemen usaha peternakan (Farm management) berbeda dengan
manajemen pada umumnya (Non Farm Management).
Unsur-unsur Manajemen Terdiri dari 6 M yaitu :
• Man (Manusia), misal: Tenaga kerja (karyawan, buruh)
• Material (Barang), misal: Bahan baku, bahan pelengkap, spare part
• Machine (Mesin)
• Money (uang/ modal)
• Method (Metode)
• Market (pasar)
Adapun Fungsi manajemen adalah :
• Perencanaan (Planning),
• Pengorganisasian (Organizing),
• Pengkoordinasian (Coordination),
• Pengarahan (Directing),
• Motivasi (Motivation),
• Komunikasi (Communication),
• Kepemimpinan, Penanggungan Resiko Pengambilan Keputusan (Decision
Making) dan
• Pengawasan / Pengendalian (Controlling)
Proses Manajemen adalah sebagai berikut :
Beberapa perbedaan Manajemen , yaitu :
• Usaha Peternakan sangat tergantung kepada sifat “BIOLOGIS”, yaitu adanya
waktu yang sudah tertentu secara biologis. Misalnya proses pembentukan telur
dengan proses biologis tertentu sehingga memungkinkan ayam hanya bertelur 1
butir per hari.
• Faktor produksi sukar dipisah-pisahkan sehingga mengurangi efisiensi
usaha.
• Sukar dipisahkan kepentingan rumah tangga dan usaha taninya.
• Fixed cost (Biaya tetap) per unit output relative tinggi, karena adanya
batasan-batasan biologis.
• Kurang dapat mengurangi ongkos produksi pada keadaan harga rendah.
• Organisasi usaha peternakan kurang spesifik sehingga efisiensi
tenaga kerja kurang dapat dicapai. (Seorang manajer kadang-kadang juga
merangkap pemilik dan pelaksana).
• Resiko usaha relative tinggi karena mengusahakan maklhuk hidup sangat
dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal.
Fungsi Manajemen Usaha Peternakan: Keberhasilan usaha sangat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu :
Faktor bahan Baku (Breeding dan Feeding) dan Faktor Pengelolaan yaitu
manajemen. Manajemen usaha menyangkut manajemen budidaya (manajemen pakan,
kandang, tenaga kerja, penyakit) serta manajemen pengolahan hasil peternakan
dan pemasaran.
Fungsi manajemen usaha peternakan dapat
dikelompokkan menjadi 4 bagian :
• Manajemen dipandang sebagai pekerjaan (Job)
– Pekerjaan (job) dalam manajemen menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi usaha peternakan. Sistem ini berlaku secara kontinyu dan tidak bisa
dihentikan.
• Manajemen dipandang sebagai factor produksi (Resource)
– Faktor produksi dalam manajemen usaha peternakan ini menyangkut SDM.
• Manajemen dipandang sebagai prosedur atau tahapan.
– Konsep manajemen sebagai prosedur mencakup problem solving method.
Problem solving method meliputi perumusan masalah, pengumpulan data dan fakta,
Tabulasi - evaluasi dan analisis data, Pengambilan keputusan dan Pelaksanaan
keputusan.
• Manajemen dipandang sebagai The Game of Life.
– Manajemen dipandang sebagai The Game of Life yaitu sukses sangat
tergantung satu factor yaitu You sebagai Manager. Konsep game
yang memberikan pengertian “saya menang lawan kalah harus dirubah
menjadi bila saya menang maka setiap orang akan menang yaitu bisnisnya,
peternaknya, pemerintahnya serta masyarakatnya”.
Pengertian istilah Usaha Tani dan Usaha
Peternakan :
• Ilmu Usaha Tani adalah suatu ilmu terapan yang membahas dan mempelajari
atau membahas tentang bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya pertanian
secara efektif dan efisien
• Secara umum bidang Pertanian menyangkut : Budidaya tanaman Pertanian,
Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya Perkebunan, Kehutanan dan
lain-lain yang berorientasi pada makhluk hidup seperti Biologi, Bioteknologi.
Undang-Undang Pokok kehewanan,
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok
Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa
Istilah diantaranya :
– Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang
biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus
sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup
manusia.
– Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan yang mata
pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber kepada peternakan.
– Peternakan / Usaha Peternakan adalah pengusahaan /pembudidayaan/ pemeliharaan ternak dengan
segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
– Peternakan murni adalah cara peternakan dimana perkembangbiakan ternak-ternaknya
dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu
rumpun.
– Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta
perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
– Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang
dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah tertentu.
– Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam
bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk anatomis yang
karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat
diturunkan pada generasi selanjutnya.
Dalam Peternakan Terdapat Istilah Animal Husbandry dan Animal
Breeding.
– Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen
memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur
kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
– Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya
menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur
perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.
Istilah-istilah Perkembangbiakan dalam Peternakan
1.
Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang
berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
2.
Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana
pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina
lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan
murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik
tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan
pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up
adalah Peranakan.
3.
Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu
yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
4.
Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada
suatu sifat Individu yang disukai.
5.
Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam
bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.
Karakteristik Peternakan
– Karakteristik Ternak adalah Usaha / Industri yang dikendalikan oleh
manusia dimana mencakup 4 komponen yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak
sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat
untuk mencapai tujuan.
– Karakteristik Usaha dinamis, dimana usaha peternakan harus dikaji dengan
analisis dinamis dengan referensi waktu dan penuh dengan ketidakpastian.
– Karakteristik Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun
sampingan usaha peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik),
Perishable (mudah rusak secara kimiawi dan biologi), Quality variation (
Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis
hasil samping berlawanan dengan hasil utama).
– Karakteristik Produksi Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha
peternakan yang jumlahnya relatif banyak serta dominansi pengaruh lingkungan
yang besar.
– Karakteristik sistim Usaha Peternakan terdiri dari Sistem Intensif
(Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga kerja rendah/sedikit) serta
sistem Ektensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit dengan tenaga kerja
tinggi/banyak). Jadi yang Intensif respon supply rendah sedangkan ektensif
respon suplly tinggi.
– Karakteristik tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non
Ruminansia (Berperut tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).
Ternak-ternak yang dibudidayakan oleh
manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu:
– Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg type) antara
lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog (Cairina
moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo).
– Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type) antara lain Ternak
Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus bubalis), Kuda (Equs
caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris) dan Unta (Camell
dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species), Domba (Ovis
species), Babi (sus species).
– Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type) antara lain Sapi Perah, Kerbau
Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah.
– Aneka Ternak adalah
ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara lain : Kelinci (Lepus
cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix coturnix), Bekicot, Walet,
Kodok dll.
Komentar
Posting Komentar