Bagaimana Berbisnis Yang Etis?
Bagaimana Cara Berbisnis Yang Etis
?
Bisnis
adalah fenomena modern yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Bisnis
dilakukan oleh manusia dengan manusia yang berarti norma atau nilainilai yang baik terbawa dalam kehidupan bisnis.
Dalam praktik seorang pebisnis lebih suka menggunakan / berhubungan dengan
perusahaan yang baik kualitasnya dalam segala aspeknya. Bisnis merupakan proses
negosiasi antara dua pihak atau lebih yang dilakukan dengan tujuan untuk
mecapai kesepakatan bersama yang bermotif untuk mendapat keuntungan. Dalam
beberapa tahun ini dunia ekonomi berkembang sangat pesat dan bersifat modern.
Perkembangan ekonomi yang sangat pesat tentunya memiliki faktorfaktor yang
harus diperhatikan oleh pelaku ekonomi. Dalam
perusahaan dibutuhkan perencanaan
jangka panjang dan
strategi yang tepat untuk dapat bersaing dalam persaingan global yang
sangat ketat saat ini.
Menurut
Keraf (1998), prinsip-prinsip etika yang berlaku dalam bisnis adalah (dalam
Sutrisna, 2010): prinsip otonomi, prinsip kejujuran, prinsip keadilan, prinsip
saling menguntungkan, dan prinsip integritas moral.
Peranan
etika dalam kegiatan bisnis antara lain, sebagai berikut:
1. Etika
harus menjadi pedoman dalam kegiatan masyarakat, dan seharusnya juga menjadi
pedoman bagi pebisnis. Mana tindakan yang tepat, benar dan boleh dilakukan
dalam bisnis yang diharapkan menguntungkan semua pihak yang terlibat
(Satyanugraha, 2003).
2. Etika
berperan sebagai penghubung pelaku bisnis. Pelayanan purna jual tentu merupakan
refleksi nilai atau etika bisnis yang diterapkan perusahaan untuk menjaga
loyalitas konsumennya (Tjiptono, 2005).
3. Etika
juga berperan sebagai syarat utama untuk kelanggengan atau konsistensi
perusahaan. Loyalitas konsumen akan dapat membantu perusahaan agar tetap bisa
bertahan (Tjiptono, 2005).
4. Untuk
membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang
akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat
dan laksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan
hukum (Arman, 2011).
5. Sebagai
kontrol terhadap individu. Pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan
kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman
Etika
Dalam Perspektif Islam Islam menempatkan nilai etika di tempat yang paling
tinggi. Pada dasarnya, Islam diturunkan sebagai kode perilaku moral dan etika
bagi kehidupan manusia, seperti yang disebutkan dalam hadis: “ Aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia”. Terminologi paling dekat dengan pengertian
etika dalam Islam adalah akhlak. Dalam Islam, etika (akhlak) sebagai cerminan
kepercayaan Islam (iman). Etika Islam memberi sangsi internal yang kuat serta
otoritas pelaksana dalam menjalankan standar etika. Konsep etika dalam Islam
tidak utilitarian dan relatif, akan tetapi mutlak dan abadi.
Jadi, Islam menjadi sumber nilai dan etika
dalam segala aspek kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk dalam dunia
bisnis. AlQur’an memberi pentunjuk agar dalam bisnis tercipta hubungan yang
harmonis, saling ridha, tidak ada unsur eksploitasi (QS. 4: 29) dan bebas dari
kecurigaan atau penipuan, seperti keharusan membuat administrasi dalam
transaksi kredit (QS. 2 : 282). Syed Nawab Haidar Naqvi dalam buku “Etika dan
Ilmu Ekonomi : Suatu Sintesis Islami”, memaparkan empat aksioma etika ekonomi,
yaitu, tauhid, keseimbangan (keadilan), kebebasan dan tanggung jawab.
Tauhid
merupakan wacana teologis yang mendasari segala aktivitas manusia, termasuk
dalam berbisnis. Tauhid menyadarkan manusia sebagai makhluk ilahiyah atau
makhluk yang bertuhan. Dengan demikian, dalam berbisnis manusia tidak lepas
dari pengawasan Tuhan dan dalam rangka melaksanakan titah Tuhan (QS. 62:10)
Jadi,
cara berbisnis yang etis adalah berbisnis dengancara menjalankan bisnis
tersebut sesuai dengan koridor-koridor atau ketentuan yang sudah berlaku, baik
itu secara hukum, norma, agama, sosial dan budaya yang berlaku ditempat
tersebut.
Sumber:
Nawatmi,
Sri. 2010. Etika Bisnis Dalam Perspektif
Islam. Jurnal Fokus Ekonomi. Vol: 9. No: 1.
Jeffry, H.
Sinaulan. 2016. Peran penting Etika
Bisnis Bagi Perusahaan-Perusahaan Indonesia Dalam Bersaing Di Era Masyarakat
Ekonomi ASEAN. Jurnal
Analisis Ekonomi Utama: Vol : 10. No: 2
Juliana, Lina Haurisa Dan Maria
Praptiningsih. 2014. Analisis Penerapan
Etika Bisnis Pada PT Maju Jaya Di Pare Jawa Timu. Jurnal AGORA. Vol: 2 No:
2.

Komentar
Posting Komentar