Pengertian Etika Bisnis

PENGERTIAN ETIKA BISNIS


Kegiatan bisnis modern bukan semata-mata berkaitan dengan aspek ekonomi saja, namun juga erat kaitannya dengan norma, baik norma hukum maupun norma etika. Ketiga aspek tersebut ikut mempengaruhi dan menentukan kelancaran dan keberhasilan kegiatan bisnis. Karena itu bisnis sebagai kegiatan harus disoroti sekurang kurangnya dari tiga sudut pandang yang berbeda tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan yaitu; sudut pandang ekonomi., etika dan hukum. Dari ketiga sudut pandang di atas, bisnis yang baik (good business) adalah bisnis yang mendatangkan untung, dan yang tidak merugikan pihak lain, sekaligus dilakukan secara legal, dalam arti tidak dilakukan secara melawan hukum.
Etika bisnis yang mulai dikenal di Amerika pada tahun 1970 an dan meluas ke daratan Eropa tahun 1980 an kemudian mengglobal pada tahun 1990 an. Perkembangan tersebut terjadi karena perubahan pandangan dalam bisnis. Bisnis tidak lagi hanya dilih at dari sudut pandang ekonomis semata tetapi juga dari sudut pandang normatif baik norma hukum maupun norma etika. Memang bisnis merupakan kegiatan ekonomis untuk menghasilkan untung dalam bentuk uang melalui interaksi. Dalam setiap interaksi tentu tidak dilakukan secara sepihak. Bisnis hanya akan dapat berlangsung apabila tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Dengan demikian aspek normatif dalam bisnis tidak dapat diabaikan.
Menelusuri asal usul etika tak lepas dari asli kata ethos dalam bahasa Yunani yang berarti kebiasaan (custom) atau karakter(character).1 Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satugenerasi ke generasi yang lainnya.

Berikut pengertian Etika Bisnis menurut beberapa ahli.
1.      R.W. Griffin mengemukakan bahwa etika adalah keyakinan mengenai tindakan yang benar dan salah atau tindakan yang baik atau buruk yang memengaruhi hal lainnya. Etika ini sangat erat hubunganya dengan perilaku manusia, khususnya perilaku para pelaku bisnis,apakah berperilaku etis ataukah berperilaku tidak etis. R.W. Griffin mengemukakan bahwa perilaku etis adalah perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima secara umum berkaitan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan.3 Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas, tetapi dapat dipertanggung jawabkan.
2.    Boone and Curtz (2002:44) dalam bukunya Pengantar Bisnis mengatakan, etika bisnis (bisiness ethics), yaitu standar perilaku dan nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan di lingkungan pekerjaan. Dari sudut pandang ekonomis mudah mengukurnya, bisnis yang baik adalah yang menguntungkan dan dapat diukur dari rentabilitasnya. Dari sudut pandang hukum pun mudah pula mengukurnya, bisnis yang baik adalah yang tidak melanggar hukum atau yang diperbolehkan oleh sistem hukum. Kesulitan mengukur baik tidaknya bisnis baru akan terasa bila dilihat dari sudut moral. Secara umun terdapat tiga tolok ukur yaitu; kata hati, kaidah emas, dan penilaian masyarakat umum.
a. Kata Hati
Kunci etika ada pada kata hati atau hati nurani pelakunya. Bila sesuatu dilakukan sesuai kata hatinya maka dikatakan baik, dan sebaliknya dikatakan buruk bila dilakukan bertentangan dengan kata hatinya. Bila di dalam hatinya tersirat mengatakan bahwa yang ia lakukan tidak baik, berati ia berperilaku tidak etis. Walaupun kata hati merupakan kunci etika tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya tolok ukur karena sifatnya subyektif dan tidak selalu terbentuk dengan baik.
b. Kaidah Emas
Cara yang lebih obyektif untuk mengukur baik buruknya perilaku secara moral adalah kaidah emas yang berbunyi” Hendaklah memperlakukan orang lain sebagaimana anda sendiri ingin diperlakukan”. Perilaku seseorang dikatakan baik secara moral bila orang tersebut memperlakukan orang sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.
c. Penilaian Umum
Penilaian umum merupakan cara terbaik untuk menilai baik tidaknya perilaku secara moral yaitu dengan menyerahkan kepada masyarakat umum untuk menilaianya.Masyarakat umum disini tidak cukup pada kelompok masyarakat tertentu saja, lebih-lebih bila mereka mempunyai vested interests.
3.      Menurut Irham Fahmi (2013), etika bisnis adalah aturan-aturan yang menegaskan suatu bisnis boleh bertindak dan tidak boleh bertindak, dimana aturan-aturan tersebut dapat bersumber dari aturan tertulis maupun aturan yang tidak tertulis. Dan jika suatu bisnis melanggar aturan-aturan tersebut maka sangsi akan diterima. Dimana sangsi tersebut dapat berbentuk langsung maupun tidak langsung.
Kesimpulan :
Jadi etika bisnis adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah dalam suatu bisnis. Yang didalamnya terdapat aturan-aturan, baik itu tertulis maupun tidak tertulis. Dan aturan tersebut berkaitan dengan norma, moral etika dan sosial budaya.

Daftar pustaka:
Amyardi. 2010. Modul Etika Bisnis, Seri ke 4. Jakarta: Universitar Mercubuana.
Judi, M. Mukjamjm. Modul Pengantar Administrasi Bisnis: Etika Bisnis Dan Lingkungan Legal Bisnis, Seri ke 5. Malang: Brawijaya University.
Juliana, Lina Haurisa Dan Maria Praptiningsih. 2014. Jurnal Analisis Penerapan Etika Bisnis Pada PT Maju Jaya Di Pare Jawa Timur. Vol: 2 No: 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manajemen Produksi Peternakan

PERAN DAN FUNGSI AGRIBISNIS DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Kripik Tette