PENGENDALIAN PRODUKSI PETERNAKAN
Pengendalian adalah proses yang menjamin tujuan organisasi atau
manajemen tercapai atau proses yang memastikan bahwa aktivitas sebenernya
sesuai dengan aktivitas yang sudah direncanakan. Sedangkan standar adalah
pedoman yang diterapkan sebagai dasar untuk pengukuran kapasitas, kantitas,
isi, biaya, apabila secara kualitatif dan kuantitatif standar adalah pernyataan
mengenai hasil yang diharapkan tepat, formal, eksplisit. Adapun
fungsinya yaitu mencegah terjadinya penyimpangan – penyimpangan, memperbaiki penyimpangan,
mendinamisasikan organisasi, mempertebal rasa tanggung jawab. Sedangkan
jenisnya terdapat metode umpan maju, metode pengendalian berjalan atau
bersamaan, metode pengendalian umpan balik.
Pada
proses pengendalian ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah –
langkah tersebut yaitu penetapan standart dan metode untuk pengukuran prestasi
(evaluasi kinerja), pengukuran prestasi atau kinerja nyata, membandingkan
kinerja nyata dengan
standar yang ditetapkan, mengambil tindakan jika diperlukan terutama prestasi
yang dibawah standar. Adapun ciri – ciri pengendalian yang efektif yaitu
akurat, tepat waktu, onjektik dan komprehensif, dipusatkan pada titik
pengendalian strategis, ekonomis, relistis dan organisasi, fleksibel, dan
lainya. Fungsi pengendalian produksi peternakan antara lain :
1. Mencegah terjadinya penyimpangan atau kesalahan dengan
melakukan pengendalian secara rutin.
2. Memperbaiki penyimpangan yang terjadi.
3. Mendinamisasikan organisasi
4. Mempertebal rasa tanggung jawab.
Jenis- jenis pengendalian produksi pertanian terdiri
dari metode pengendalian umpan maju, metode pengendalian berjalan dan metode
pengendalian umpan balik. Proses pengendalian dilakukan dalam 4 tahap yaitu :
penetapan standart dan metode untuk pengukuran prestasi, pengukuran prestasi,
membandingkan kinerja nyata dengan standar yang ditetapkan dan mengambil
tindakan jika diperlukan.
Pengawasan merupakan proses dalam
menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian
hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan. Pengawasan
terdiri dari pengawasan sdm, pengawasan produksi, pengawasan keuangan,
pengawasan pemasaran dan pengawasan sistem informasi.
1. Pengawasan di bidang SDM
- Penerapan employee discipline system
- Adanya career path
- Pemahaman manajer atas motivasi,
kepuasan, serta gaya kepemimpinan yang diterapkan.
2. Pengawasan di bidang operasi
- Evaluasi atas plant location
- Evaluasi atas plant lay out
- Evaluasi atas production process and
schedule
- Evaluasi atas product distribution
3. Pengawasan di bidang keuangan
- Analisis laporan keuangan
- Manajemen kas
- Pengelolaan biaya
4. Pengawasan bagian pemasaran
- Evaluasi atas pasar sasaran dan
pasar potensial
- Survey atas perilaku konsumen dan
berbagai faktor yang terkait dengan konsumen
- Evaluasi strategi pemasaran dan
bauran pemasaran yang dilakukan
5. Pengawasan bidang informasi
- Penggunaan teknologi computer dan
teknologi informasi
- Penerapan sistem informasi manajemen
Komentar
Posting Komentar