Pemasaran dan Distribusi Produk Peternakan
Definisi
Tataniaga
• Tata niaga berada di antara faktor produksi dan konsumsi yang merupakan penghubung
kedua faktor tersebut.
• Tata niaga dalam arti luas adalah gugus dari komponen
aktivitas tingkah laku dan ekonomik. Komponen-komponen
tersebut mengkoordi- nasikan aktivitas ekonomik dari setiap
tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai dengan konsumen. Dengan
demikian, pada setiap tingkatan terdapat mata rantai yang akan mengalirkan
barang atau jasa dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
Tahap
perkembangan ekonomi Menurut Fredrich List ditinjau dari historis masyarakat:
1) Tahap Savagery. Tahap dimana manusia melakukan
perburuan atau pengumpulan barang yang terdapat di alam. Misal:
perburuan binatang dan penebangan pohon di hutan.
2) Tahap Postural Life. Tahap dimana
manusia melakukan pengumpulan barang dengan berburu secara pasif dan juga mulai
melakukan usaha memproduksi tanaman pangan seperti umbi-umbian.
3) Tahap Agriculture. Tahap dimana manusia
sudah melakukan kegiatan memproduksi dan memelihara bahan
pangan.
4) Tahap Agriculture dan Manufacture.
Tahap dimana manusia sudah melakukan kegiatan atau usaha bidang pertanian dan
usaha bidang industri.
5) Tahap Agriculture, Manufacture,
dan Trade. Selain adanya perkembangan usaha-usaha di bidang pertanian
dan industri, maka berkembang kegiatan perdagangan.
Menurut
Hildebrant, ditinjau dari daerah hubungan kegiatan ekonomi :
1) Tahap Barter Economy atau
perekonomian natura. Pada tahap ini kegiatan ekonomi yang dilakukan adalah
tukar menukar (barter) atas kepemilikan barang yang satu dengan barang yang
lainnya.
2) Tahap Money Economy atau perekonomian
memakai uang. Pada tahap ini pertukaran yang dilakukan
dengan cara menukar barang dengan suatu nilai tertentu yang sudah
disetarakan dalam bentuk nilai uang.
3) Tahap Credit Economic atau
perekonomian kredit. Pada tahap ini selain sudah dilakukan pertukaran barang
dengan suatu nilai dalam bentuk uang, juga sudah adanya kegiatan kelembagaan
keuangan.
Menurut Karl
Bucher, ditinjau dari jarak yang ditempuh barang dari titik konsumen ke titik
produsen :
1) Tahap Independent Domestic Economy. Tahap
dimana terdapat usaha produksi untuk keperluan sendiri dan tidak terdapat tukar
menukar barang.
2) Tahap Town Economy. Tahap dimana terdapat usaha produksi dan pertukaran barang
dagangan antara produsen dan konsumen.
3) Tahap National Economy. Tahap dimana
terdapat usaha produksi dan pertukaran barang secara besar-besaran dan tersebar
secara luas.
Secara Umum
ada dua tahap perkembangan yaitu:
1) Tahap Domestic Economy. Tahap dimana
terdapat kegiatan memproduksi barang untuk keperluan sendiri dan tidak terjadi
pertukaran. Kegiatan ekonomi antara produsen dan konsumen tidak dapat
dibedakan, artinya proses produksi dengan proses konsumsi bersatu.
2) Tahap Market Economy. Tahap dimana
terdapat kegiatan memproduksi dan terjadi pertukaran barang. Pada tahap ini
terlihat pula kegiatan produksi dengan kegiatan konsumsi.
Aktivitas
Ekonomik meliputi :
a) Produksi
Kegiatan
produksi peternakan dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi
peternakan tidak berada satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala
ternak yang dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak.
Jenis ternak yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau
penjualan ternaknya tidak sama.
b) Pengumpulan
Aktivitas
atau kegiatan pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga
sebagai badan usaha. Belantik ataupun Patok
(istilah di Jawa Tengah dan Jawa Timur), bertindak sebagai
pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya. Belantik membawa sapi
ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian dilakukan pengumpulan oleh
pedagang pengumpul di tingkat kabupaten.
c) Pemrosesan
Adanya
perkembangan teknologi hasil pertanian ataupun
peternakan serta perkembangan waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya
perkembangan dalam industri pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain
dalam bentuk daging sapi segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi
dalam bentuk beku. Daging sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti
daging has (sirloin), daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib
meat), sehingga dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
d) Pedagang
besar
Hasil-hasil
industri pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya
ditangani lebih lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang
besar mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun
agen sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional
ataupun nasional.
e) Pengecer
Subdistributor,
agen ataupun grosir mendistribusikan produk peternakan ke pengecer.
Saat ini di kota-kota besar berkembang
kegiatan tingkat pengecer yang modern, seperti supermarket dan hypermarket yang
cukup bersaing dengan para pedagang pengecer tradisional karena memiliki sarana
dan fasilitas yang lebih baik dan modern.
f) Konsumsi
Konsumen
adalah perorangan atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang
dihasilkan. Ada beberapa penggolongan konsumen, yaitu:
• Konsumen langsung dan konsumen tidak langsung;
• Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
• Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.
Manfaat
Tataniaga bagi produsen (peternak) :
a) komoditi (produk) yang akan diproduksi, sesuai dengan
keinginan dan kegunaan konsumen yang berbeda;
b) penentuan waktu dan tempat dalam pembelian input
produksi/sapronak;
c) penentuan waktu dan tempat penjualan hasil
produksinya;
d) partisipasi yang
diberikan terhadap tata niaga
sebagai individu/ perorangan ataupun anggota masyarakat.
Manfaat
Tataniaga bagi Lembaga Niaga Perantara :
a) Merencanakan dan menentukan
tempat serta waktu pembelian atau penjualan produk yang
diperdagangkannya.
b) Menentukan kebijakan dalam pembiayaan perkreditan
untuk modal kerja atau investasi.
c) Memperlancar proses tata
niaga, misalnya memenuhi permintaan
konsumen dalam waktu, tempat, jumlah, dan kualitas serta harga yang sesuai.
Manfaat
Tataniaga bagi Konsumen :
Memilih dan
menentukan pembelian sejumlah produk berdasarkan
jenis/macam, kualitas produk, tempat pembelian, harga dan
waktu yang diinginkan konsumen.
Manfaat
Tataniaga bagi Pemerintah :
a) merencanakan program pengembangan produksi;
b) mengimplementasikan program peningkatan produksi;
c) merumuskan kebijakan harga;
d) melakukan proyeksi permintaan dan
penawaran suatu perkembangan harga.
Nilai
kegunaan yang ditambahkan terhadapa barang secara konseptual, meliputi :
a. nilai guna bentuk
Perubahan dalam bentuk bertujuan untuk mengubah karakteristik atau
penggunaan dari suatu barang. Perubahan atau pengolahan suatu barang menjadi
barang lebih berguna akan menambah kepuasan konsumen. Kegiatan ini biasanya
dilakukan di bidang produksi. Contohnya air susu sapi diolah sehingga berubah bentuk menjadi susu bubuk dan
mentega. Contoh lain adalah singkong diolah menjadi tepung tapioka.
b. nilai guna tempat
Suatu barang akan lebih berguna jika berada di suatu tempat dibanding jika
barang tersebut berada di tempat lainnya. Produk pertanian atau peternakan
memerlukan kondisi iklim atau lahan tertentu agar memberikan produksi optimal.
c. nilai guna waktu
pada nilai
guna waktu dipengaruhi oleh : musim, jarak antara daerah produksi dengan
daerah penyimpanan ataupun konsumen dan harga
d. nilai guna kepemilikan
Suatu produk (barang/jasa) dari produsen akan berpindah kepada konsumen
melalui lembaga niaga sebagai perantara. Perpindahan produk tersebut dari satu
pemilik ke pemilik lainnya mempunyai arti yang berbeda atau produktivitas
menjadi lebih meningkat.
Komentar
Posting Komentar