Agribisnis Peternakan
Pertanian
Dalam arti luas : Semua yang encakup kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perkebunan, kehutanan, dan peternakan, perikanan.
Dalam arti luas : Semua yang encakup kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perkebunan, kehutanan, dan peternakan, perikanan.
Dalam arti sempit : suatu budidaya tanaman kedalam suatu lahan untuk mencukupi kebutuhan manusia.
Pertanian Ari Luas Meliputi :
1.
Pertanian : tanaman
Pangan, hortikultura, florikultura, dan biofarmaka
2.
Perkebunan yaitu
perkebunan rakyat dan perusahaan perkebunan yang melakukan budidaya tanaman
perkebunan seperti kopi, lada, cengkeh, kelapa sawit, teh, dll
3.
Kehutanan yang
menghasilkan produk hutan seperti kayu dan rotan
4.
Peternakan yaitu
budidaya ternak baik ternak kecil seperti ayam dan kambing maupun ternak besar
seperti sapi dan kerbau.
5.
Perikanan yang
meliputi perikanan darat dan laut.
Agribisnis
Agri = agricultural = pertanian Bisnis = Business = usaha komersial
dalam bidang perdagangan
Agribisnis merupakan usaha komersial dalam bidang perdagangan yang
berhubungan dengan pertanian
Agribisnis = suatu usaha bertujuan utk mendapatkan keuntungan pada
bidang pertanian (agroindustri hulu & hilir serta pemasaran & jasa
penunjang) & bidang yg berhubungan dgn pertanian dlm arti luas (pertanian
tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan & kehutanan).
Berdasarkan makna kedua kata pembentuknya maka Agribisnis didefinisikan
sebagai usaha pertanian yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip komersial
atau ekonomi.
Dalam hal ini pertanian bukan sebagai Way of live tetapi merupakan
usaha yang memberikan keuntungan
Agribisnis Peternakan
Sebuah sistem pengelolaan ternak secara terpadu & menyeluruh yg
meliputi semua kegiatan mulai dr pembuatan (manufacture) dan distribusi sarana
produksi ternak (sapronak), kegiatan usaha produksi (budidaya), penyimpanan
& pengolahan, serta penyaluran & pemasaran produk peternakan yg didukung
oleh lembaga penunjang seperti perbankan & kebijakan pemerintah
Dalam agribisnis segala aktivitas pertanian didasarkan pada prinsip
ekonomi bukan mengikuti kebiasaan atau turun menurun. Agribisnis didefinisikan
sebagai tiga sector secara ekonomi saling berkaitan yaitu :
– The input supply sector,
– The farm production sector,
– The product marketing sector.
Sektor Agribisnis
1.
The input supply
sector atau sektor pemasok input pertanian adalah sektor yang memberikan
pasokan bahan peralatan pertanian untuk beroperasinya the production sector.
Sektor ini memasok pakan ternak atau ikan, benih bibit, pupuk, bahan bakar
minyak, alat pertanian, peptisida dsb
2.
The farm production
sector atau sektor budidaya pertanian merupakan sektor yang mengubah input
pertanian menjadi output atau komoditas primer hasil pertanian. Sektor ini
meliputi pertanian dalam arti luas yaitu budidaya tanaman, peternakan,
perikanan dan kehutanan. Komoditas primer yang dihasilkan oleh sektor ini
adalah bahan pangan (jagung, padi, kedelai), daging, ikan, telur susu, sayur
atau hortikultura dan kayu, serta produk olahan lainnya.
3.
The product
marketing sector atau pemasaran hasil pertanian yang melibatkan individu atau
perusahaan yang menangani dan mengolah komoditas primer hasil budidaya pertanian
sampai ke konsumen akhir. Ex: broker, makelar, agen perantara, pengecer,
eksportir, importir, dll.
Produksi Daging Sapi
Perkembangan
produksi daging sapi dunia pada kurun waktu 1980- 2018 cenderung meningkat
tipis, rata-rata 1,01% per tahun. Pada tahun 2014–2018 pertumbuhan produksi
daging sapi dunia seirama dengan populasi sapi potong, cenderung stagnan dengan
rata-rata pertumbuhan 0,67% per tahun atau rata-rata produksi per tahun sebesar
60,98 juta ton setara karkas.
Produksi daging
sapi dunia tahun 2014–2018 disuplai oleh delapan negara sentra yang memberikan
kontribusi kumulatif mencapai 75,63%. Produksi daging sapi tertinggi di USA
sebesar 11,36 juta ton setara karkas atau berkontribusi 18,64% terhadap
produksi daging sapi dunia di periode yang sama, berikutnya Brazil sebesar 9,55
juta ton dan berkontribusi 15,66%, Uni Eropa sebesar 7,58 juta ton dan
berkontribusi 12,43%, dan Australia sebesar 6,75 juta ton dan berkontribusi
11,06%. Negara sentra lainnya berkontribusi di bawah 10%, yakni Mexico (6,49%),
Turki (4,46%), Rusia (3,88%), dan Canada (3,01%).
Perkembangan Ekspor Daging Sapi Dunia
Volume ekspor
daging sapi dunia tahun 1980-2018 mengalami pertumbuhan positif, rata-rata
2,44% per tahun dengan rata-rata volume ekspor sebesar 6,85 juta ton setara
karkas per tahun. Periode lima tahun terakhir (2014-2018) pertumbuhan ekspor
lebih rendah, yakni 1,80% per tahun atau rata-rata ekspor sebesar 9,76 juta ton
setara karkas per tahun. Lima negara eksportir daging sapi terbesar dunia dalam
kurun waktu tersebut menguasai pangsa pasar internasional dengan kontribusi
agregat mencapai 72,30%. Kontributor terbesar adalah India sebesar 19,11%
dengan volume ekspor daging sapi per tahun sekitar 1.865 ribu ton setara
karkas, kedua Brazil berkontribusi sebesar 18,23% dengan volume ekspor sekitar
1.779 ribu ton per tahun, ketiga Australia berkontribusi 16,72% (volume ekspor
sekitar 1.632 ribu ton), keempat USA berkontribusi sebesar 12,21% (volume
ekspor sekitar 1.192 ribu ton), dan yang terakhir Selandia Baru berkontribusi
sebesar 6,03% dengan volume ekspor sekitar 589 ribu ton per tahun.
Perkembangan Impor Daging Sapi Dunia
Pertumbuhan volume
impor daging sapi dunia tahun 1980-2018 mempunyai pola yang sama dengan volume
ekspor, juga tumbuh positif rata-rata per tahun 2,33% atau volume impor
berkisar 5,92 juta ton setara karkas. Periode lima tahun terakhir volume impor
daging sapi meningkat rata-rata 1,47% per tahun dengan volume impor pada
kisaran 7,79 juta ton setara karkas. Importir daging sapi terbesar dunia
terkonsentrasi di 8 (delapan) negara dengan kontribusi agregat sebesar 65,82%.
USA menempati urutan pertama dengan volume ekspor per tahun lima tahun terakhir
sebesar 1.390 ribu ton daging setara karkas yang berkontribusi sebesar 17,84%
terhadap total impor dunia. Berikutnya China yang setiap tahun memerlukan
daging impor sebesar 770 ribu ton sehingga berkontribusi 9,89%, Jepang dengan
volume impor sebesar 752 ribu ton dan berkontribusi 9,65%, Rusia per tahun
melakukan impor sekitar 615 ribu ton daging sapi dan berkontribusi 7,89%, Korea
Selatan rata-rata impor daging sapi 486 ribu ton dan berkontribusi 6,24%,
Hongkong per tahun impor 455 ribu ton dengan kontribusi 5,84%. Dua negara lain
yakni Uni Eropa yang merupakan gabungan dari 28 negara di benua Eropa dan Mesir
berkontribusi di bawah 5%, masing-masing sebesar 4,63% (volume impor sekitar
361 ribu ton per tahun) dan 3,85% (volume impor sekitar 361 ribu ton per
tahun).
Sumber :
Outlook daging sapi komoditas pertanian
sub sektor peternakan 2017.
Komentar
Posting Komentar